Pria. Umm.. Sebut saja lelaki atau apa saja.
Seorang kawan berkata kepada saya, "Lelaki itu brengsek! Mulut manis doang! Kalau udah dapet apa maunya atau udah bosan dia main ninggalin aja semaunya.."
Atau kawan saya yang bilang seperti ini, "Naluri laki-laki itu gak pernah puas ama satu perempuan..."
Hmm...
Tak ada pembelaan dari saya. Ya.. tak ada.
Meskipun saya juga laki-laki.
Tapi...
Tak pula sebuah pembenaran keluar dari mulut saya.
Saya hanya berujar sayup, "Maaf.. anda belum beruntung!"
Sama tidak beruntungnya dengan saya tepatnya.
Hanya bisa menyimpan kalimat-kalimat sakti yang sudah berkarat di otak.
Mau tau kalimat sakti dari saya?
Sebenarnya tidak sakti-sakti amat, tapi setidaknya si buta dari goa hantu harus mengakui bahwa saya lebih sakti sedikit untuk urusan beginian.
Perempuan, aku bukan laki-laki yang terbiasa mengucapkan "I Love you" dan juga tidak cukup fasih mengucapkan "Aku cinta kamu". Tapi aku lebih lebih nyaman saat mengatakan, "Pasang sweatermu di kala hujan..."
Perempuan, sungguh aku tak berniat menjadi Jaka Tarub yang pencuri. Meskipun itu adalah mencuri hatimu. Sungguh tak terlintas di benak. Justru aku lebih rela menjadi preman kelas pasar untuk menjaga hatimu. Ya.. menjagamu, menjaga hatimu. Hmm.. Tak suka dengan premanisme? Baiklah, aku menjadi pakaianmu saja. Yang melindungimu dari terik dan kuyup. Itu saja cukup.
Perempuan, jangan pernah menduga aku adalah seorang Clark Kent atau sejenisnya. Yang menyembunyikan sesuatu. Seorang pengecut bertotot baja. Sungguh aku bukan siapa-siapa. Hanya saja aku berani berkata, "Ini aku. Tak ada apa-apa dibelakangku. Tak ada baju ketat biru merah bersayap dibalik pakaianku. Yang ada hanya segumpal darah dibalik kulit yang kuisi dengan namamu.."
Perempuan, maaf aku berbohong. Aku berbohong pada semua perempuan yang pernah kutemui sebelumnya. Aku mengatakan kalimat yang sama yang kuucapkan padamu kepada mereka. Tapi aku tak bisa menjaga mereka. Tak bisa menjadi pakaian mereka. Tak bisa menahan lunturnya nama mereka dari penampang hatiku. Apakah kau percaya bahwa kali ini aku tak bohong bahwasanya dulu aku pernah berbohong?
Ah...
Hanya menyimpan kalimat-kalimat sakti yang sudah berkarat di otak.
Maaf, saya belum beruntung!
dibawahgarisekuator, agustus akhir 2008.
Hanya menyimpan kalimat-kalimat sakti yang sudah berkarat di otak.
Kamis, 28 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar